Belajar Al-Quran

Ar-Rahman dan Ar-Rahim: Bagaimana Rahmat Allah Mengubah Cara Kita Menjalani Hidup

Memahami rahmat Allah membantu kita mensyukuri nikmat-Nya, menyayangi sesama, dan menemukan harapan untuk kembali saat berbuat salah.

2 menit baca

Seorang pria memandang hujan dalam cahaya pagi dari teras yang menghadap taman hijau.

Setiap membaca Surah Al-Fatihah, kita mengucapkan Ar-Rahman, Ar-Rahim. Kedua nama ini menggambarkan rahmat Allah. Namun, apa yang bisa berubah dalam keseharian kita setelah memahami maknanya?

Ibn Kathir mencatat sebuah penjelasan: Ar-Rahman menunjukkan rahmat Allah yang meliputi seluruh makhluk, sedangkan Ar-Rahim menekankan rahmat-Nya yang khusus bagi orang beriman. Ini salah satu penjelasan ulama tentang perbedaan kedua nama tersebut. Memahami keduanya membantu kita lebih menghargai rahmat Allah.

Coba perhatikan betapa banyak nikmat yang tetap kita terima meski kita sering berbuat salah. Ada makanan di meja, orang yang peduli kepada kita, dan waktu untuk memperbaiki kesalahan. Menyadarinya bisa membuat hal-hal yang selama ini terasa biasa menjadi alasan untuk bersyukur.

Lalu, tanyakan kepada diri sendiri: Setelah menerima begitu banyak rahmat, bagaimana saya bisa lebih menyayangi orang lain?

Anak mengulangi kesalahan yang sama. Kita tetap menegur, tetapi tanpa mempermalukannya. Pasangan mengucapkan sesuatu yang menyakitkan. Kita menjelaskan perasaan kita tanpa berusaha menyakiti balik. Seseorang kesulitan mengerjakan hal yang terasa mudah bagi kita. Kita memberinya waktu untuk belajar.

Rasulullah ﷺ bersabda, yang artinya:

Hadis
“Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman.”
Jami‘ at-Tirmidzi, hadis 1924 (terjemahan makna petikan)

Hadis yang sama juga mengajak kita menyayangi makhluk di bumi.

Kasih sayang bisa membentuk cara kita merespons, bahkan ketika kita perlu bersikap tegas.

Saat kita sendiri berbuat salah, memahami rahmat Allah memberi kita harapan untuk kembali kepada-Nya. Dalam Surah Az-Zumar : 53, Allah menyeru hamba-hamba yang telah menzalimi diri sendiri agar tidak berputus asa dari rahmat-Nya. Ayat berikutnya mengajak mereka bertobat dan berserah diri kepada-Nya. Harapan itu seharusnya mendorong kita untuk berubah.

Kita bisa memohon ampun, meminta maaf kepada orang yang kita sakiti, dan mulai memperbaiki hal-hal yang telah kita abaikan.

Saat membaca Ar-Rahman, Ar-Rahim nanti, ingatlah satu nikmat yang telah Anda terima. Lalu, pilih seseorang yang bisa Anda perlakukan dengan lebih sabar atau lebih baik hari ini.

Memahami kata-kata yang kita baca bisa memengaruhi cara kita menghayati salat, sekaligus cara kita memperlakukan orang lain setelahnya.

Kunjungi ThinkQuran

Lanjutkan belajar tentang Al-Quran bersama ThinkQuran.

ThinkQuran →

Diterbitkan

Sumber & referensi

Temuan terkait