Belajar Al-Quran

Mengapa Kita Terus Memohon Jalan yang Lurus?

Jika sudah beriman, mengapa masih meminta petunjuk? Pahami makna permohonan dalam Surah Al-Fatihah bagi keputusan Anda sehari-hari.

2 menit baca

Seorang wanita berhijab biru berhenti sejenak di pintu rumah sebelum berangkat.

Anda sudah beriman kepada Allah. Anda salat dan berusaha hidup sebagai seorang Muslim. Namun, dalam Surah Al-Fatihah, Anda terus memohon jalan yang lurus.

Jika sudah berada di jalan itu, mengapa masih memintanya?

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

“Maknanya: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus.”
Surah Al-Fatihah, ayat 6 (terjemahan makna)

Menemukan jalan dan tetap mengikutinya adalah dua hal berbeda

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjawab pertanyaan ini. Orang beriman tetap membutuhkan pertolongan Allah agar teguh dalam petunjuk-Nya dan semakin kuat berpegang padanya.

Surah Ali ‘Imran : 8 memberi contoh lain: mereka memohon agar Allah tidak membiarkan hati mereka menyimpang setelah menerima petunjuk. Mendapat hidayah tidak membuat kita berhenti membutuhkan-Nya.

Kebutuhan ini bisa terlihat dalam keputusan sehari-hari. Bayangkan Anda mendapati seorang pelanggan membayar dua kali. Anda tahu kelebihan uang itu bukan hak Anda. Namun, mengembalikannya terasa berat karena uang itu bisa membantu membayar tagihan bulan ini.

Anda sudah tahu arti kejujuran. Tantangannya adalah memilih untuk jujur saat tergoda menyimpan uang itu.

Di sinilah permohonan tadi bisa diterapkan dalam kehidupan: mintalah petunjuk Allah, lalu lakukan hal yang sudah Anda ketahui benar.

Anda sedang memohon, bukan sekadar membaca

Perhatikan ayat sebelumnya. Dalam Surah Al-Fatihah : 5, kita menyatakan bahwa hanya Allah yang kita sembah dan hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan. Setelah itu, kita memohon petunjuk.

Sahih Muslim 395a menjelaskan jawaban Allah terhadap bacaan Surah Al-Fatihah. Ketika hamba-Nya memohon jalan yang lurus dalam ayat-ayat penutup surah ini, Allah berfirman:

Hadis
“Maknanya: Ini untuk hamba-Ku, dan hamba-Ku akan memperoleh apa yang dimintanya.”
Sahih Muslim 395a (kutipan; terjemahan makna)

Mengingat hal ini bisa membuat bacaan yang bertahun-tahun dihafal terasa lebih bermakna. Anda sedang memohon kepada Allah untuk kebutuhan yang masih ada hari ini.

Bagaimana menerapkannya?

Sebelum salat berikutnya, pikirkan satu keputusan yang membutuhkan pertolongan Allah. Mungkin Anda tahu kelebihan pembayaran itu perlu dikembalikan, tetapi masih menundanya. Saat membaca ayat ini, ingat bahwa Anda sedang memohon petunjuk-Nya.

Setelah salat, ambil langkah yang semestinya: periksa pembayaran, hubungi pelanggan dan atur pengembalian uang. Ini salah satu cara mengamalkan petunjuk yang sudah Anda pahami.

Ada kalanya Anda benar-benar belum tahu apa yang tepat. Langkah berikutnya mungkin mempelajari petunjuk yang berkaitan atau bertanya kepada guru yang kompeten.

Memahami satu kata yang akrab diucapkan membantu Anda menyadari apa yang selama ini dimohon. Semakin banyak kata Al-Quran dipahami, semakin banyak makna yang bisa Anda hayati dalam bacaan yang sudah dihafal.

Bagikan artikel ini

Diterbitkan

Sumber & referensi

Temuan terkait