Satu Kebiasaan yang Bisa Memperlambat Kemajuan Anda
Terus membandingkan diri dengan orang lain bisa membuat Anda merasa tertinggal. Al-Quran mengajak kita kembali memusatkan perhatian pada usaha sendiri.
1 menit baca

Anda tadinya puas dengan kemajuan sendiri. Lalu Anda melihat teman sebaya membeli rumah lebih besar, mengembangkan bisnis, atau semakin bugar. Tiba-tiba, pencapaian Anda terasa kecil.
Kebiasaan itu adalah terus membandingkan diri dengan orang lain. Kita terlalu sibuk memperhatikan kemajuan mereka hingga kurang fokus pada usaha sendiri.
Keberhasilan orang lain bisa memberi kita pelajaran. Namun, ketika kita menjadikannya ukuran harga diri, hari yang baik pun bisa terasa seperti kegagalan.
Dalam Surah An-Nisa : 32, Allah melarang kita menginginkan kelebihan yang Dia berikan kepada orang lain, dan mengarahkan kita untuk memohon karunia-Nya.
Petunjuk ini bisa mengubah cara kita menanggapi keberhasilan seseorang. Mintalah kebaikan kepada Allah, lalu pikirkan apa yang bisa kita lakukan dengan kesempatan yang sudah ada.
Anda bisa mengagumi kebugaran seorang teman dan mulai berjalan kaki hari ini. Anda bisa belajar dari pengusaha yang berhasil lalu memperbaiki pelayanan kepada pelanggan. Kemajuan mereka bisa menjadi pelajaran, bukan alasan untuk merasa diri kurang berharga.
Dalam Sahih Muslim : 2664, Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh melakukan hal yang bermanfaat, memohon pertolongan Allah, dan tidak menyerah.
Jadi, saat muncul pikiran, “Kenapa aku belum berhasil seperti dia?”, coba tanyakan, “Langkah berguna apa yang bisa aku ambil hari ini?”
Pilih satu: selesaikan pekerjaan yang terus ditunda, berikan perhatian penuh kepada keluarga, atau luangkan beberapa menit untuk memahami Al-Quran yang Anda baca.
Anda tidak perlu mengecilkan cita-cita. Fokuslah pada usaha untuk mencapainya. Belajar dari orang lain, mohon karunia Allah, dan gunakan energi Anda untuk mengambil langkah berikutnya.
Kunjungi ThinkQuran
Lanjutkan belajar tentang Al-Quran bersama ThinkQuran.
ThinkQuran →Diterbitkan
Sumber & referensi
Temuan terkait

Sebelum Cemas Tentang Yang Belum Ada, Lihat Apa Yang Allah Sudah Berikan
Saat masalah memenuhi pikiran, berhenti untuk melihat satu nikmat. Syukuri pemberian Allah, hargai bantuan orang dan gunakan apa yang ada untuk melangkah.

Ar-Rahman dan Ar-Rahim: Bagaimana Rahmat Allah Mengubah Cara Kita Menjalani Hidup
Memahami rahmat Allah membantu kita mensyukuri nikmat-Nya, menyayangi sesama, dan menemukan harapan untuk kembali saat berbuat salah.

Bagaimana Al-Quran Mengubah Cara Seorang Mukmin Memandang Hidup
Gunakan kehidupan yang Allah berikan untuk berusaha sebaik mungkin, menghargai nikmat dan bertawakal kepada-Nya.
