Kehidupan Sehari-hari

Sebelum Cemas Tentang Yang Belum Ada, Lihat Apa Yang Allah Sudah Berikan

Satu rencana yang belum terwujud bisa memenuhi pikiran. Ad-Duha mengajak kita melihat nikmat Allah dan menyatakan syukur lewat ucapan serta tindakan.

3 menit baca

Seorang pria muda berbagi payung dengan seorang pria yang lebih tua di jalan lingkungan saat hujan.

Anda memeriksa pesan yang belum dibalas. Pembayaran masih tertunda. Sebuah rencana berjalan lebih lambat daripada harapan. Saat duduk untuk makan malam, hari itu terasa seperti daftar hal yang belum berhasil.

Namun ada orang yang menyiapkan makanan itu. Anda punya tempat untuk duduk. Seseorang membantu tugas yang tidak mampu Anda tangani sendirian. Semua itu belum menyelesaikan masalah. Tetapi masalah tersebut bukan seluruh cerita hari Anda.

Nikmat bisa luput saat sudah terasa biasa

Tempat berlindung yang dulu dibutuhkan bisa menjadi rumah yang sering kita keluhkan. Bantuan yang dulu disambut bisa menjadi sesuatu yang kita anggap sudah semestinya. Syukur dimulai dengan melihat kembali satu nikmat tertentu, tanpa menunggu hidup menjadi sempurna.

Ad-Duha diakhiri dengan sebuah perintah:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Maknanya: Dan tentang nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau menyebutnya.”
Surah Ad-Duha, ayat 11 (terjemahan makna)

Ayat ini mengarahkan perhatian kepada Pemberi nikmat. “Allah memberi saya orang yang membantu” membawa cerita berbeda dari “saya mengendalikan semuanya.” Itu mengakui bahwa dukungan yang kita terima adalah pemberian, bukan sekadar bukti keberhasilan sendiri.

Baca syukur bersama perlakuan kepada orang lain

Dalam Ad-Duha : 6 - 8, Allah mengingatkan Nabi ﷺ tentang perlindungan, petunjuk dan kecukupan yang diberikan. Ayat-ayat penutup kemudian melarang penindasan terhadap anak yatim dan menghardik orang yang meminta, serta memerintahkan beliau menyebut nikmat Tuhan. Ayat ini pertama-tama ditujukan kepada Nabi ﷺ, dan kita mengambil pelajaran darinya.

Ibnu Katsir menjelaskan ayat terakhir sebagai menceritakan karunia Allah. Dibaca bersama perintah sebelumnya, syukur berkaitan dengan cara kita memperlakukan orang. Mengingat bantuan yang pernah diterima bisa mendorong kita lebih peka kepada orang yang membutuhkan bantuan sekarang.

Anda tidak membutuhkan kisah luar biasa untuk menyebut satu nikmat. Katakan kepada keluarga, “Alhamdulillah, ada orang membantu saat saya kesulitan hari ini.” Ucapkan terima kasih kepada orang yang usahanya sering dianggap biasa. Menyebut nikmat Allah tidak perlu menjadi pameran harta.

Coba kalimat yang lebih lengkap

Daripada memaksa diri berkata “semuanya baik,” coba: “Saya cemas tentang pembayaran ini, dan Allah memberi saya orang yang membantu menanganinya.” Keduanya bisa benar. Kita dapat menghargai nikmat sambil tetap mengakui kesulitan.

Syukur membuka ruang untuk melangkah lebih baik

Dalam Ibrahim : 7, saat Nabi Musa mengingatkan kaumnya tentang nikmat Allah, kita membaca janji Allah untuk menambah nikmat bagi orang yang bersyukur:

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

“Maknanya: Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu.”
Surah Ibrahim, ayat 7 (kutipan; terjemahan makna)

Kecemasan bisa membuat pikiran berputar pada hal yang belum ada. Syukur mengajak kita melihat bantuan, kemampuan dan kesempatan yang Allah sudah berikan. Pergeseran perhatian ini bisa membuat hati terasa lebih ringan dan memberi ruang untuk berpikir lebih tenang. Dari sana, tanyakan: keputusan baik apa yang bisa saya buat sekarang, dan bagaimana saya bisa menggunakan nikmat ini sebaik-baiknya? Syukur menjadi titik awal untuk memperbaiki keadaan.

Dalam Sunan Abi Dawud 4811, Nabi ﷺ menghubungkan berterima kasih kepada manusia dengan bersyukur kepada Allah. Jadi, nyatakan penghargaan secara khusus: “Terima kasih sudah menangani tugas itu; saya mendapat waktu untuk menghadapi hal yang sulit.”

Dengan ThinkQuran, bangun pemahaman surah yang akrab melalui Surah Quest. Gunakan Reflection untuk berhenti bersama satu ayat dan menghubungkannya dengan pilihan hari ini. Saat membaca Ad-Duha nanti, biarkan ayat terakhirnya mengingatkan Anda pada nikmat yang bisa disebut secara khusus.

Temuan terkait