Mengapa Nabi Sulaiman Tersenyum Saat Mendengar Seekor Semut?
Seekor semut memperingatkan koloninya tentang pasukan yang mendekat. Nabi Sulaiman mendengarnya. Doa setelahnya menyimpan pelajaran tentang kekuasaan.
2 menit baca

Bayangkan sebuah pasukan besar mendekati suatu lembah. Seekor semut segera memperingatkan semut-semut lain untuk masuk ke sarang. Kalau tidak, mereka bisa terinjak tanpa disadari oleh orang-orang yang lewat.
Peristiwa itu diceritakan dalam Surah An-Naml, ayat 18. Pasukan tersebut milik Nabi Sulaiman, yang Allah beri pengetahuan dan kemampuan istimewa.
Nabi Sulaiman mendengar peringatan semut itu lalu tersenyum.
Namun bagian yang paling menarik justru doa setelah senyum itu.
Doa di tengah kekuasaan
Dalam Surah An-Naml, ayat 19, Nabi Sulaiman memohon agar Allah membimbingnya untuk mensyukuri nikmat yang diberikan kepadanya dan kedua orang tuanya, mengerjakan amal saleh yang diridai-Nya, serta memasukkannya ke dalam golongan orang saleh melalui rahmat-Nya.
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكٗا مِّن قَوۡلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَدۡخِلۡنِي بِرَحۡمَتِكَ فِي عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ ١٩
“Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."”
Ia memiliki pasukan yang besar dan kemampuan yang tidak dimiliki manusia biasa. Namun ketika mendengar semut itu, ia berdoa agar mampu bersyukur dan berbuat baik dengan karunia Allah.
Dalam doa ini, rasa syukur tidak berhenti pada pengakuan bahwa kita telah menerima sesuatu. Rasa syukur juga berkaitan dengan bagaimana kita menggunakan apa yang telah diberikan.
Bahaya yang tidak disengaja
Ada satu bagian penting dalam peringatan semut itu: pasukan Sulaiman mungkin menginjak mereka tanpa sadar.
Semut itu tidak menuduh pasukan tersebut berniat menyakiti. Ia melihat bahaya yang mungkin luput dari perhatian mereka.
Hal serupa bisa terjadi dalam kehidupan kita. Atasan mengubah jadwal tanpa tahu dampaknya bagi keluarga pegawai. Orang tua mengambil keputusan tanpa menyadari kegelisahan anak. Kita mungkin tidak bermaksud merugikan siapa pun, tetapi orang lain tetap bisa merasakan dampaknya.
Kisah ini mengajak kita lebih peka pada mereka yang mudah terlewatkan.
Sebelum mengambil keputusan
Kita tidak memimpin pasukan seperti Nabi Sulaiman. Namun setiap orang punya sesuatu yang bisa memengaruhi orang lain: waktu, ilmu, jabatan, atau kesempatan membuat keputusan.
Sebelum menggunakannya, tanyakan: Siapa yang mungkin terkena dampaknya tanpa saya sadari? Kebaikan apa yang bisa saya lakukan dengan nikmat yang Allah berikan?
Al-Quran mencatat suara seekor semut yang kecil dan doa seorang nabi yang diberi kekuasaan besar. Keduanya mengajak kita melihat kekuatan dengan cara yang berbeda: lebih peka, lebih bersyukur, dan lebih bertanggung jawab.
Temukan makna lain dari ayat yang Anda baca. Mulai pahami kata-kata Al-Quran bersama Think Quran.
Bagikan artikel ini
Diterbitkan
Sumber & referensi
- Surah An-Naml, ayat 16 (Kementerian Agama Republik Indonesia, terjemahan Bahasa Indonesia)
- Surah An-Naml, ayat 17 (Kementerian Agama Republik Indonesia, terjemahan Bahasa Indonesia)
- Surah An-Naml, ayat 18 (Kementerian Agama Republik Indonesia, terjemahan Bahasa Indonesia)
- Surah An-Naml, ayat 19 (Kementerian Agama Republik Indonesia, terjemahan Bahasa Indonesia)
- Tafsir Ibn Kathir, Surah An-Naml, ayat 19
Temuan terkait

Mengapa Allah Tetap Menyebut Pendosa 'Hamba-Hamba-Ku'?
Surah Az-Zumar 39:53 menyapa orang yang berdosa dengan 'wahai hamba-hamba-Ku', lalu 39:54 mengajak mereka kembali dengan tobat yang tulus.

Kami Bertanya kepada AI Ayat Quran Paling Mengejutkan. Ini Jawabannya.
Jawabannya bukan tentang bintang, mukjizat, atau hari kiamat. Justru tentang sebuah pertanyaan yang menyentuh diri kita sendiri.

Al-Quran yang Sama. Mengapa Sebagian Hati Berubah, yang Lain Tidak?
Dua orang mendengar ayat Al-Quran yang sama. Satu memilih berubah, yang lain tetap seperti sebelumnya. Seorang ulama awal menemukan penjelasan yang menggugah dalam ayat tentang tanaman yang menerima air yang sama.