Kehidupan & Tujuan

Bagaimana Jika Kenyataan Jauh Lebih Luas dari yang Kita Lihat?

Surah Qaf menggambarkan kejelasan pada hari kebangkitan. Apa yang berubah jika keyakinan akan akhirat ikut menuntun pilihan kita hari ini?

2 menit baca

Seorang pria memandang melalui jendela ke arah pegunungan berselimut awan, danau dan kota saat matahari terbenam.

Di tengah kesibukan, kita biasanya memilih berdasarkan hal yang paling dekat dan paling terasa.

Masalah yang harus segera selesai. Penghasilan yang ingin bertambah. Ucapan seseorang yang membuat hati terluka.

Semua itu nyata. Namun, apakah semua itu sudah menggambarkan kenyataan secara utuh?

Al-Quran menceritakan saat ketika manusia akhirnya melihat dengan jelas sesuatu yang selama ini luput dari perhatiannya.

Ketika penutup itu disingkap

Dalam Surah Qaf, Allah berfirman:

لَّقَدۡ كُنتَ فِي غَفۡلَةٖ مِّنۡ هَٰذَا فَكَشَفۡنَا عَنكَ غِطَآءَكَ فَبَصَرُكَ ٱلۡيَوۡمَ حَدِيدٞ ٢٢

“(Dikatakan kepada orang yang mengingkari:) “Sungguh, dahulu engkau benar-benar lalai tentang hal ini. Kini Kami telah menyingkap penutupmu, sehingga penglihatanmu pada hari ini tajam!””
Surah Qaf, ayat 22

Ayat ini perlu dibaca bersama konteksnya. Surah Qaf : 19–21 berbicara tentang kematian, tiupan sangkakala, serta setiap jiwa yang datang bersama penggiring dan saksi.

Jadi, yang dibicarakan adalah akhirat, bukan penemuan dimensi tersembunyi dalam sains. Penutup dalam ayat ini pun tidak perlu dibayangkan sebagai kain secara harfiah.

Kenyataan yang sebelumnya bisa diabaikan menjadi sesuatu yang tidak mungkin disangkal.

Bukan hanya soal melihat, tetapi kapan

Bayangkan seorang pengemudi mendapat peringatan bahwa jembatan di depan telah rusak.

Jalan yang sedang dilalui masih tampak seperti biasa. Ia bisa terus melaju sambil berpikir bahwa peringatan itu mungkin berlebihan.

Lalu, ketika jembatan yang rusak akhirnya terlihat, pandangan yang jelas itu tidak sama dengan keputusan untuk berhati-hati sejak awal.

Ini hanya ilustrasi untuk membantu kita merenung. Bukan menyamakan wahyu Allah dengan peringatan manusia yang kebenarannya belum pasti.

Hal yang mengusik adalah waktu ketika kesadaran itu datang.

Mengetahui tentang akhirat sekarang berbeda dengan menyaksikan kenyataannya setelah hidup ini berakhir.

Saat ini, kita masih punya kesempatan untuk memilih dan mempersiapkan diri. Kelak, waktu untuk membuat pilihan dalam kehidupan dunia sudah berlalu.

Ukuran yang berbeda untuk pilihan sehari-hari

Coba pikirkan keputusan yang sedang Anda hadapi.

Mungkin ada keuntungan yang bisa didapat dengan tidak jujur. Mungkin Anda terus menunda memperbaiki hubungan dengan orang yang pernah disakiti. Mungkin pula suatu kewajiban belum ditunaikan karena merasa masih akan ada waktu.

Jika yang diperhitungkan hanya hal yang terlihat sekarang, pilihan paling mudah bisa terasa paling masuk akal.

Bagaimana jika pilihan yang sama juga dipertimbangkan dengan mengingat hari ketika kita berdiri di hadapan Allah?

Masalahnya tidak berubah. Yang berubah adalah ukuran yang kita pakai untuk mengambil keputusan.

Pekerjaan, uang, keluarga, dan rencana besok tetap boleh kita pedulikan. Al-Quran tidak meminta kita berpura-pura bahwa kehidupan ini tidak nyata.

Yang diingatkan adalah jangan menjalani hidup seakan-akan hanya dunia inilah yang ada.

Pertanyaan selagi masih ada kesempatan

Pada hari yang digambarkan Surah Qaf, penglihatan menjadi tajam. Apa yang dahulu diabaikan akan tampak jelas.

Tetapi kabar tentang hari itu sudah sampai kepada kita sekarang.

Karena itu, pertanyaan yang berguna bukan sekadar apakah akhirnya kita akan melihat.

Pertanyaannya adalah apakah yang kita ketahui hari ini akan mengubah cara kita hidup hari ini.

Sebelum mengambil keputusan sulit berikutnya, tanyakan kepada diri sendiri:

Apakah keputusan ini masih akan terlihat bijak saat aku berdiri di hadapan Allah?

Bagikan artikel ini

Diterbitkan

Sumber & referensi

Temuan terkait