Belajar Al-Quran

Kita Mengucapkan “Ya Rabb”. Apa Sebenarnya Maknanya?

Satu kata yang akrab mencakup kekuasaan dan pemeliharaan Allah, serta memberi makna lebih dalam saat kita berdoa kepada-Nya.

2 menit baca

Seorang pria Muslim Malaysia mengangkat tangan berdoa di dekat jendela yang disinari cahaya.

Saat meminta bantuan seseorang, biasanya kita perlu menjelaskan siapa diri kita dan apa yang sedang terjadi.

Namun, saat mengucapkan “Ya Rabb”, kita menyeru Allah yang sudah mengetahui diri kita. Seluruh hidup kita selalu berada dalam pengetahuan, pemeliharaan dan kekuasaan-Nya.

Kata ini sering kita ucapkan dalam salat dan doa. Memahaminya membantu kita menyadari kepada siapa kita memohon, bahkan sebelum menyampaikan permintaan.

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢

“Maknanya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”
Surah Al-Fatihah, ayat 2 (terjemahan makna)

Apa arti Rabb?

Rabb biasanya diterjemahkan sebagai “Tuhan”. Dalam penjelasan tafsir ayat ini, maknanya mencakup kepemilikan dan kekuasaan, juga pemeliharaan serta pemenuhan kebutuhan makhluk.

Makna-makna ini saling melengkapi. Allah berkuasa atas diri kita, dan kita bergantung kepada-Nya untuk hidup serta memperoleh rezeki. Kekuasaan dan pemeliharaan-Nya meliputi seluruh kehidupan kita.

Coba pikirkan keterbatasan bantuan manusia. Ada orang yang sangat peduli kepada kita, tetapi tidak mampu mengubah keadaan. Ada pula yang mampu membantu, tetapi hanya tahu sedikit tentang diri kita.

Saat menyeru Allah sebagai Rabb, kita memohon kepada-Nya yang pengetahuan, kekuasaan dan pemeliharaan-Nya tidak terbatas seperti manusia. Mengingat hal ini dapat membuat doa terasa lebih dekat di hati. Kita sedang menyampaikan kebutuhan kepada Allah yang selama ini memelihara kita.

Dari “Tuhan seluruh alam” menjadi “Tuhanku”

Al-Quran menyebut Allah sebagai Rabb al-‘alamin, Tuhan seluruh alam. Al-Quran juga mengajarkan kita untuk menyapa-Nya secara pribadi.

Rabbi berarti “Tuhanku”. Dalam Surah Taha : 25, Nabi Musa memulai doanya dengan panggilan ini saat memohon agar Allah melapangkan dadanya untuk menghadapi tugas yang diberikan.

Rabbana berarti “Tuhan kami”. Dalam Surah Al-Baqarah : 201, doa diawali dengan panggilan ini sebelum memohon kebaikan di dunia dan akhirat, serta perlindungan dari siksa neraka.

Tuhan yang memelihara seluruh alam adalah Dia yang kita panggil “Tuhanku”. Kebutuhan pribadi kita tetap dalam pengetahuan-Nya, meskipun begitu banyak orang memohon kepada-Nya.

Perubahan kecil pada kata yang sudah akrab ini membawa makna. Rabbi mengungkapkan ketergantungan pribadi kita kepada Allah. Rabbana menyertakan orang lain dalam permohonan itu.

Meminta pertolongan-Nya, mengikuti petunjuk-Nya

Ada bagian lain dari hubungan ini yang mudah terlewat. Kita meminta Allah membantu rencana kita. Namun, mengakui-Nya sebagai Rabb juga berarti menerima hak-Nya untuk menentukan cara kita menjalani hidup.

Surah Al-Fatihah menghubungkan ibadah dengan permohonan pertolongan:

إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥

“Maknanya: Hanya kepada-Mu kami beribadah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”
Surah Al-Fatihah, ayat 5 (terjemahan makna)

Bayangkan Anda berdoa sebelum membicarakan persoalan yang sulit dengan seseorang. Anda ingin ia memahami Anda. Mengingat Rabb juga mengajak Anda melihat tanggung jawab sendiri: mendengarkan dengan baik, berkata jujur dan memperlakukannya dengan hormat.

Doa Anda dapat mencakup keduanya, yaitu pertolongan untuk menghadapi keadaan itu dan pertolongan agar Anda bertindak dengan cara yang Allah ridai.

Bawa pemahaman ini ke dalam salat berikutnya. Saat membaca Rabb al-‘alamin, ingatlah pemeliharaan dan kekuasaan Allah. Saat mengucapkan Rabbi atau Rabbana dalam doa, sadari kepada siapa Anda sedang memohon pertolongan.

Satu kata yang akrab dapat membuat doa terasa lebih bermakna. Memahami lebih banyak kata Al-Quran membantu kita menghayati bacaan yang selama ini sudah kita kenal.

Temuan terkait