Kehidupan Sehari-hari

Mengapa Kita Lebih Mengingat Allah Saat Hidup Sulit?

Mengapa kita lebih ingat Allah saat kesulitan? Renungkan Surah Yunus dan coba satu langkah sederhana agar tetap berdoa ketika hidup kembali lancar.

4 menit baca

Seseorang duduk di dekat jendela pada pagi hari, dengan secangkir minuman dan Al-Qur’an terbuka di atas meja.

Anda sedang menunggu hasil pemeriksaan kesehatan yang penting.

Sudah berhari-hari pikiran terus tertuju pada hasilnya. Anda mencoba menenangkan diri, tetapi rasa khawatir muncul lagi.

Sebelum tidur, Anda berdoa. Setelah salat, Anda memohon pertolongan Allah. Bahkan saat mengemudi atau duduk sendiri, tanpa sadar Anda kembali berdoa kepada-Nya.

Ya Allah, tolong biarkan semuanya baik-baik saja.

Akhirnya, hasil pemeriksaan keluar.

Alhamdulillah. Hasilnya baik.

Rasanya lega sekali. Anda mengabarkan hasilnya kepada keluarga, bersyukur kepada Allah, lalu kembali menikmati keseharian.

Beberapa minggu berlalu. Kesibukan sehari-hari kembali seperti biasa.

Anda tetap salat dan beriman kepada Allah. Namun, doa yang sebelumnya begitu sering dipanjatkan dengan sungguh-sungguh kini semakin jarang.

Mengapa rasa dekat dengan Allah itu mulai memudar?

Al-Qur’an mengingatkan kita tentang sikap ini

Dalam Surah Yunus, Allah menggambarkan bagaimana manusia berdoa kepada-Nya saat ditimpa kesulitan.

وَإِذَا مَسَّ ٱلۡإِنسَٰنَ ٱلضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۢبِهِۦٓ أَوۡ قَاعِدًا أَوۡ قَآئِمٗا فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمۡ يَدۡعُنَآ إِلَىٰ ضُرّٖ مَّسَّهُۥۚ

“Setiap kali seseorang ditimpa kesulitan, mereka berdoa kepada Kami, baik sambil berbaring, duduk, maupun berdiri. Tetapi ketika Kami menghilangkan kesulitan mereka, mereka kembali ke kebiasaan lama mereka seolah-olah mereka tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan kesulitan apa pun!”
Surah Yunus, ayat 12 (kutipan)

Ayat ini menggambarkan orang yang berkali-kali memohon pertolongan Allah saat kesulitan. Namun, setelah kesulitan itu berlalu, ia melanjutkan hidup seolah-olah tidak pernah memohon kepada-Nya.

Peringatannya jelas: jangan sampai kita melupakan Allah setelah Dia menghilangkan kesulitan kita.

Dari sini, ada pertanyaan yang perlu kita renungkan:

Mengapa kita lebih ingat Allah saat hidup sulit, tetapi mudah lalai ketika keadaan membaik?

Saat masalah selesai, apakah kita tidak lagi membutuhkan Allah?

Saat menghadapi kesulitan, kita lebih mudah menyadari bahwa banyak hal berada di luar kendali kita.

Kita bisa memeriksakan diri ke dokter, tetapi tidak bisa memastikan hasilnya sesuai harapan.

Kita bisa mempersiapkan diri untuk wawancara kerja, tetapi belum tentu mendapat tawaran pekerjaan.

Kita bisa bekerja keras untuk menafkahi keluarga, tetapi tidak bisa mengendalikan semua yang terjadi pada mereka.

Pengalaman seperti ini mengingatkan kita bahwa kemampuan manusia terbatas.

Lalu, bagaimana ketika hidup sedang lancar?

Kita bangun dalam keadaan sehat. Keluarga baik-baik saja. Pekerjaan lancar. Rencana pun berjalan sesuai harapan.

Wajar jika kita merasa lebih tenang dan percaya diri.

Namun, apakah sekarang semuanya berada dalam kendali kita?

Kesehatan, kemampuan, dan kesempatan yang kita miliki tetap berasal dari Allah. Rencana yang berjalan lancar bukan berarti kita bisa mewujudkan semuanya sendiri.

Kita selalu membutuhkan Allah, bukan hanya saat kesulitan. Ujian membuat kita lebih sadar bahwa kita membutuhkan pertolongan-Nya.

Tetaplah berdoa saat hidup sedang baik-baik saja

Allah berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ

“Dan ketika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu ˹wahai Nabi˺ tentang Aku: sesungguhnya Aku sangat dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa ketika ia memohon kepada-Ku.”
Surah Al-Baqarah, ayat 186 (kutipan)

Allah tidak hanya dekat dengan kita saat hidup sulit.

Kita bisa berdoa ketika cemas, saat menaruh harapan, ketika bersemangat, atau di tengah kegiatan sehari-hari.

Sebelum rapat penting, misalnya, kita bisa berhenti sejenak untuk berdoa:

Ya Allah, bantulah aku membuat keputusan yang baik. Bimbinglah aku kepada apa yang benar dan bermanfaat.

Sebelum meluangkan waktu bersama anak-anak:

Ya Allah, bantulah aku bersabar dengan mereka. Bantulah aku mendidik mereka dengan baik.

Saat memulai sesuatu yang baru:

Ya Allah, berkahilah usaha ini. Bimbinglah aku kepada kebaikan, dan lindungilah aku dari keburukan.

Tentu, kita tetap perlu mempersiapkan rapat, memberi perhatian kepada anak-anak, dan bekerja untuk mencapai tujuan.

Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan:

Hadis
“Bersemangatlah terhadap apa yang memberi manfaat bagimu ... dan mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu berputus asa.”
Sahih Muslim 2664 (kutipan)

Usahakan hal yang bermanfaat, mintalah pertolongan Allah, dan jangan menyerah.

Bergantung kepada Allah bukan berarti berhenti berusaha. Kita tetap melakukan yang terbaik sambil memohon pertolongan-Nya.

Ketika urusan berjalan lancar, jangan lupa bersyukur kepada-Nya.

Coba besok: Berdoa sebelum memulai satu kegiatan

Besok, pilih satu hal yang ingin Anda kerjakan.

Sebelum mulai, berhenti sejenak.

Tanyakan kepada diri sendiri:

Apakah aku menghadapi ini seolah-olah semuanya bergantung padaku?

Lalu, berdoalah dengan sungguh-sungguh agar Allah membimbing usaha Anda.

Setelah itu, lanjutkan kegiatan tersebut. Persiapkan diri dengan baik, jalankan dengan penuh tanggung jawab, dan lakukan sebaik mungkin.

Pada malam hari, ingat kembali saat Anda berdoa tadi.

Apakah mengingat Allah memengaruhi cara Anda menjalani kegiatan itu?

Mungkin Anda merasa lebih tenang karena sadar bahwa hasilnya tidak sepenuhnya berada dalam kendali Anda. Mungkin Anda lebih berhati-hati saat mengambil keputusan. Atau, Anda sekadar teringat untuk meminta pertolongan Allah dalam kegiatan yang biasanya dilakukan tanpa berdoa.

Tidak perlu memulai dengan rutinitas yang rumit. Mulailah dari satu kegiatan, lalu perlahan biasakan diri mengingat Allah dalam keseharian.

Tetap dekat dengan Allah setelah kesulitan berlalu

Saat hidup kembali lancar, ingatlah bagaimana kita berdoa dengan sungguh-sungguh ketika membutuhkan pertolongan-Nya.

Kita bisa terus berdoa dengan kesungguhan yang sama hari ini.

Keadaan hidup boleh berubah, tetapi kita tetap membutuhkan Allah.

Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan dijadikan pedoman hidup. Bersama Think Quran, Anda bisa mulai memahami kata-kata dan makna ayat Al-Qur’an yang sering dibaca, sedikit demi sedikit.

Bagikan artikel ini

Diterbitkan

Sumber & referensi

Temuan terkait