Kehidupan Sehari-hari

Nabi ﷺ Tidak Hanya Membaca Al-Qur'an. Beliau Meresponsnya.

Kisah salat malam Nabi ﷺ menunjukkan satu pertanyaan sederhana setelah kita memahami sebuah ayat Al-Qur'an.

2 menit baca

Seorang pria duduk sendirian di ruang salat masjid yang remang pada malam hari, mengangkat tangan berdoa di hadapan Al-Qur'an terbuka di atas rehal kayu.

Bayangkan membaca pesan dari seseorang yang sangat berarti bagimu. Kamu memahami setiap katanya, tetapi tidak pernah memberikan tanggapan.

Kadang kita memperlakukan Al-Qur'an seperti itu. Kita membaca ayat, mengetahui artinya, lalu merasa senang karena mendapat pengetahuan baru.

Namun setelah memahaminya, apa yang terjadi?

Sebuah riwayat tentang salat malam Nabi Muhammad ﷺ memperlihatkan cara yang berbeda dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Apa yang disaksikan Hudzaifah

Hudzaifah RA pernah salat malam bersama Nabi ﷺ. Ia menggambarkan bacaan beliau yang panjang dan tidak terburu-buru.

Hadis
“Ketika sampai pada ayat yang mengagungkan Allah, beliau bertasbih. Ketika membaca ayat berisi permohonan, beliau berdoa. Ketika membaca ayat tentang perlindungan, beliau memohon perlindungan kepada Allah.”
Sahih Muslim 772
Hadis
“Riwayat lainnya menyebut, saat melewati ayat tentang rahmat beliau meminta rahmat, dan saat melewati ayat tentang azab beliau berlindung kepada Allah.”
Sunan an-Nasa'i 1008 (Sahih)

Riwayat itu menceritakan salat malam beliau. Ini bukan berarti setiap keadaan membaca Al-Qur'an harus disertai bentuk respons yang persis sama.

Namun ada hal yang layak kita renungkan.

Beliau tidak sekadar melewati satu ayat menuju ayat berikutnya. Maknanya menggerakkan respons saat itu juga.

Pertanyaan setelah mengetahui artinya

Kita sering bertanya, 'Apa arti ayat ini?'

Pertanyaan itu penting. Tanpa memahami maknanya, kita bisa melewatkan banyak petunjuk.

Tetapi teladan Nabi ﷺ mengajak kita bertanya lagi: 'Setelah memahami ayat ini, bagaimana sebaiknya aku merespons?'

Ketika mendengar tentang rahmat Allah, kita bisa memohon rahmat-Nya. Ketika membaca peringatan tentang azab, kita bisa meminta perlindungan. Ketika diingatkan akan kebesaran-Nya, kita memuji-Nya.

Ada respons yang dimulai dengan doa. Ada pula yang mengajak kita meninggalkan keburukan, melakukan kebaikan, atau mencari pemahaman lebih dahulu.

Bukan berarti kita harus bertindak tergesa-gesa. Yang penting, pemahaman tidak berhenti menjadi informasi.

Satu ayat, cara hidup yang berbeda

Perhatikan Surah Ad-Duha ayat 9, yang melarang kita memperlakukan anak yatim dengan buruk.

فَأَمَّا ٱلۡيَتِيمَ فَلَا تَقۡهَرۡ ٩

“Maka janganlah kamu memperlakukan anak yatim dengan buruk,”
Surah Ad-Duha, ayat 9

Mengetahui arti dan konteks ayat itu sudah sangat berharga.

Seperti apa respons terhadap ayat ini dalam kehidupan sehari-hari?

Renungan
“Siapa yang akan merasakan kelembutan dan kasih sayang melalui perlakuan kita hari ini?”
Renungan terinspirasi dari Ustaz Nabil Sudan, Surah Ad-Dhuha 93:9

Bayangkan seseorang yang setelah merenungkan ayat itu mulai mencari kesempatan untuk membantu anak yatim atau orang yang membutuhkan, sambil tetap menjaga martabat mereka. Ia tidak hanya menunggu kesempatan datang.

Larangan memperlakukan anak yatim dengan buruk merupakan isi ayat. Mencari kesempatan membantu adalah salah satu penerapannya, bukan bunyi perintah tambahan di dalam ayat.

Yang berubah ialah apa yang mulai ia lihat dan lakukan.

Coba mulai dari ayat berikutnya

Saat memahami sebuah ayat Al-Qur'an, berhentilah sejenak dan tanyakan:

'Respons apa yang sebaiknya kuberikan terhadap ayat ini?'

Jika tentang rahmat, mohonlah rahmat Allah. Jika memperingatkan tentang kesalahan, pikirkan apa yang perlu ditinggalkan. Jika mengajarkan kepedulian, perhatikan siapa yang mungkin membutuhkan bantuan.

Ada respons yang bisa dilakukan sekarang. Ada pula yang memerlukan waktu, ilmu, dan pertimbangan.

Mulailah dengan satu ayat dan satu respons yang tulus.

Memahami Al-Qur'an itu berharga. Saat pemahaman mulai membimbing doa, ucapan, dan tindakan kita, maknanya semakin hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan artikel ini

Diterbitkan

Sumber & referensi

Temuan terkait