Kehidupan Sehari-hari

Perhatikan Lebih Dekat: Tanda Kebesaran Allah dalam Ciptaan-Nya

Dari atmosfer Bumi hingga hujan dan proses tak terlihat dalam tubuh, temukan sistem luar biasa yang Al-Quran mengajak kita perhatikan.

3 menit baca

Ilustrasi buatan AI berupa lengkung cakrawala Bumi, lautan, awan, dan tepian atmosfer biru saat matahari terbit, dilihat dari antariksa.

Semalaman, jantung Anda terus berdetak. Tubuh Anda mengatur suhu dan kadar gula darah. Tidak satu pun perintah perlu Anda berikan.

Di luar sana, Bumi terus berputar. Cahaya matahari menyinari lautan dan hutan. Air naik ke udara, membentuk awan, lalu kembali sebagai hujan.

Karena kita menjumpainya setiap hari, semua ini mudah terasa biasa saja.

Namun, Al-Quran mengajak kita memperhatikan lebih dekat dan mengenali tanda kebesaran Allah, Rabb yang menciptakan serta memelihara kita.

Tatap langit. Lalu, lihat sekali lagi.

Dalam Surah Al-Mulk 67:3–4, Allah mengajak kita kembali memandang langit dan merenungkan ciptaan-Nya. Ayat ini bukan rumus astronomi. Ini adalah ajakan untuk sungguh-sungguh memperhatikan.

ٱلَّذِي خَلَقَ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ طِبَاقٗاۖ مَّا تَرَىٰ فِي خَلۡقِ ٱلرَّحۡمَٰنِ مِن تَفَٰوُتٖۖ فَٱرۡجِعِ ٱلۡبَصَرَ هَلۡ تَرَىٰ مِن فُطُورٖ ٣

“Dialah yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat ketidakseimbangan pada ciptaan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu melihat suatu keretakan?”
Surah Al-Mulk, ayat 3 (terjemahan makna editorial)

Perhatikan kondisi yang memungkinkan kehidupan di Bumi. Matahari menyediakan energi, sementara atmosfer membantu menjaga suhu agar tidak terlalu ekstrem, melindungi kehidupan dari sebagian radiasi berbahaya, dan mendukung siklus air.

Bumi mengorbit Matahari pada jarak yang memungkinkan air tetap berbentuk cair di permukaannya, jika kondisi atmosfer mendukung. Para astronom menyebut wilayah ini zona laik huni. Jarak saja tidak cukup. Atmosfer dan karakteristik planet lainnya juga menentukan kondisi tersebut.

Langit biru yang sering kita lihat sambil lalu merupakan bagian dari lingkungan luar biasa yang menopang kehidupan.

Ikuti perjalanan setetes hujan.

Surah Ar-Rum 30:48 menyebut angin, pergerakan dan pengumpulan awan, serta hujan yang keluar darinya. Al-Quran mengarahkan perhatian kita pada peristiwa yang sering kita saksikan tanpa benar-benar memikirkannya.

ٱللَّهُ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابٗا فَيَبۡسُطُهُۥ فِي ٱلسَّمَآءِ كَيۡفَ يَشَآءُ وَيَجۡعَلُهُۥ كِسَفٗا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلَٰلِهِۦۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ ٤٨

“Allah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan. Dia membentangkannya di langit sebagaimana yang Dia kehendaki dan menjadikannya bergumpal-gumpal. Kemudian kamu melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Ketika Dia menurunkan hujan itu kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, mereka pun bergembira.”
Surah Ar-Rum, ayat 48 (terjemahan makna editorial)

Energi matahari membantu air menguap. Uap air yang mendingin mengembun menjadi butiran kecil, lalu membentuk awan. Hujan akhirnya turun ketika butiran air atau partikel es membesar hingga cukup berat untuk jatuh.

Hujan mengisi sungai dan membasahi tanah. Tumbuhan menyerap air, sedangkan hewan bergantung pada tumbuhan atau hewan lain. Di hutan, organisme kecil menguraikan materi yang telah mati dan mengembalikan unsur hara ke tanah.

Hubungan ini terus berubah dan dapat terganggu. Hal yang menakjubkan bukanlah bahwa semuanya selalu berjalan tanpa masalah, melainkan bahwa begitu banyak proses dan hubungan saling terhubung sehingga kehidupan dapat berlangsung.

Saat hujan turun lagi, mungkin Anda tidak lagi melihatnya sekadar sebagai perubahan cuaca.

Di dalam tubuh Anda, dunia tak terlihat terus bekerja.

Surah Al-Infitar 82:6–8 mengajak manusia memikirkan Rabb yang menciptakan, membentuk, dan menyusun tubuh mereka secara proporsional. Ayat ini bukan pelajaran fisiologi. Ayat ini mengajak kita menyadari penciptaan diri sendiri.

ٱلَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّىٰكَ فَعَدَلَكَ ٧

“Dialah yang menciptakanmu, membentukmu dengan sempurna, dan menjadikan susunan tubuhmu seimbang.”
Surah Al-Infitar, ayat 7 (terjemahan makna editorial)

Setelah makan, kadar glukosa darah umumnya meningkat. Pankreas melepaskan insulin yang membantu sel mengambil glukosa. Di antara waktu makan, glukagon memberi sinyal kepada hati untuk melepaskan glukosa agar tubuh tetap mendapatkan energi.

Saat tubuh kepanasan, keringat dan perubahan aliran darah membantu melepaskan panas. Saat kedinginan, tubuh mempertahankan panas dan mungkin menggigil. Anda tidak mengarahkan semua respons ini secara sadar.

Ketika sistem ini tidak bekerja sebagaimana mestinya, seseorang bisa jatuh sakit. Intinya bukan bahwa tubuh manusia tidak pernah bermasalah. Yang patut kita perhatikan adalah betapa banyaknya proses yang berlangsung di dalam diri kita setiap saat tanpa perintah kita.

Bahkan dalam satu tubuh manusia biasa, ada dunia yang layak kita kenali.

Tanda kebesaran Sang Pencipta dalam setiap ciptaan

Surah Az-Zariyat 51:20–21 mengarahkan perhatian kita pada tanda kebesaran Allah di Bumi dan di dalam diri kita. Al-Quran tidak mengajak kita berhenti pada nama-nama proses alam. Al-Quran mengajak kita mengenali tanda kebesaran Dia yang menciptakannya.

وَفِي ٱلۡأَرۡضِ ءَايَٰتٞ لِّلۡمُوقِنِينَ ٢٠ وَفِيٓ أَنفُسِكُمۡۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ ٢١

“Di Bumi terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang yakin, dan juga dalam dirimu sendiri. Tidakkah kamu melihatnya?”
Surah Az-Zariyat, ayat 20–21 (terjemahan makna editorial)

Langit yang sudah ribuan kali kita lihat. Hujan di jendela. Jantung yang tetap berdetak saat kita tidur. Semua ini mudah luput dari perhatian karena sudah begitu akrab.

Memahami cara kerjanya tidak membuat semua itu kurang menakjubkan. Justru, pengetahuan memberi kita lebih banyak hal untuk diperhatikan.

Amati ciptaan Allah dengan lebih saksama. Biarkan pengetahuan itu menumbuhkan kekaguman, kerendahan hati, dan rasa syukur kepada Rabb kita.

Setiap ciptaan memberi kita alasan untuk merenungkan kebesaran Penciptanya.

Bagikan artikel ini

Diterbitkan

Sumber & referensi

Temuan terkait